Tamu-tamu Indonesia yang luar biasa dari Benua Biru


Tamu Besar Indonesia dari Benua Biru

Di antara berbagai negara di kawasan Asia, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, atau Cina mungkin lebih sering menjadi tujuan untuk tes pertandingan pra-musim untuk klub-klub top Eropa. Banyak tim seperti Real Madrid atau Manchester United sering melakukan tur ke Asia dengan menjadikan salah satu dari tiga negara sebagai tujuan untuk menjalani agenda pra-musim mereka.

Selain memiliki kualitas yang lebih baik daripada negara-negara Asia lainnya, salah satu alasan yang membuat ketiga negara sering dikunjungi oleh negara-negara Eropa teratas adalah karena basis pendukung mereka yang besar di negara tersebut.

Selain ketiga negara ini, Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu negara dengan sepak bola sebagai komoditas utama hiburan publik, sebenarnya dapat menarik minat klub-klub elit Eropa untuk berkunjung.

Pada 2017, Indonesia akan datang ke Espanyol yang akan mengadakan dua pertandingan uji coba melawan Tim Nasional Indonesia U19 pada 14 Juli, dan Persija Jakarta lima hari kemudian.

Nama Espanyol tidak setenar Real Madrid, Barcelona atau Atletico Madrid di Indonesia. Meski begitu, mereka memiliki prestasi yang cukup di kancah sepak bola Spanyol. Tercatat, klub Catalan telah memenangkan Copa del Rey empat kali pada tahun 1929, 1940, 2000 dan 2006.

Sebelum Espanyol sebenarnya ada sejumlah tim Spanyol lainnya seperti Valencia dan Sevilla yang juga datang ke Indonesia.

Selain itu, masih ada banyak klub asing lainnya, terutama yang dari Eropa, yang telah mengunjungi Indonesia. Karena jumlahnya sangat banyak, tidak mungkin bagi kami semua untuk menyebutkannya, akhirnya kami merangkumnya menjadi 13 klub, yang pemilihannya didasarkan pada prestise yang lebih dikenal oleh para pecinta sepak bola Indonesia.

Stade Reims (1956)

Nama Stade Reims mungkin tidak sebesar Paris Saint Germain (PSG) atau AS Monaco di kompetisi Prancis. Namun Reims juga mengalami masa kejayaan, yang kemudian menjadikan mereka salah satu tim elit di Prancis ke Eropa.

Meskipun sekarang mereka berjuang di Ligue 2 sebagai kompetisi kelas dua di Prancis, tetapi pada periode 1940 hingga 1960 mereka adalah penguasa sepakbola dari negara asal Napoleon.

Pada tahun 1956, mereka mengunjungi Indonesia. Saat itu mereka berstatus sebagai juara Ligue 1 musim 1954/1955 serta mereka sedang bersiap menghadapi final Piala Champions (Liga Champions) melawan Real Madrid. Di sela-sela kesibukan mereka, mereka ingin meluangkan waktu untuk menghadiri Indonesia.

Dua bulan yang tercatat Reims menetap di Indonesia dari Juni hingga Agustus, sejak saat itu mereka mencoba kekuatan enam tim dari tujuh pertandingan (ada pesta ulangan melawan PSSI) yang dilakukan.

Dilansir dari RSSSF, Reims memulai petualangannya di Indonesia dengan mengalahkan Persija Jakarta 11-1 di Stadion Ikada, kemudian beberapa hari kemudian di tempat yang sama mereka juga berhasil mengalahkan PSSI dengan skor 5-1. Dalam pertandingan ketiganya, Reims menghadapi tim Cina di Stadion Tambaksari, Surabaya. Saat itu mereka menang tipis 1-0.

Tiga hari kemudian tur dilanjutkan ke Bandung untuk menghadapi Persib Bandung di Stadion Siliwangi. Perlawanan sengit dari Uut Kuswendi dan teman-temannya memaksa Raymond Kopa dan teman-temannya menang tipis 3-2. Kemudian mereka pergi ke Padang untuk menghadapi PSSI B di stadion Banteng. Hasilnya tragis bagi mereka karena Reims kalah 2-3 dari PSSI B.

Tur dilanjutkan ke Medan dengan menguji kekuatan PSMS Medan di Stadion Teladan, hasilnya cukup baik karena mereka menang 6-1. Tur berakhir di Lapangan Ikada, Jakarta. Saat itu mereka kembali berhadapan dengan tim PSSI. Mereka menang 3-2 di pertandingan.

PSV Eindhoven (1971,1987.1996)

Selanjutnya adalah PSV Eindhoven, yang hingga kini secara konsisten mempertahankan prestise sebagai tim papan atas di Belanda. Tidak seperti Reims, yang harus menghabiskan dua bulan di Indonesia, PSV lebih pintar dengan mengatur kunjungan dalam tiga periode.

Kunjungan pertama mereka ke Indonesia terjadi pada tahun 1981. Pada saat itu, mereka menjadwalkan tiga pertandingan uji coba melawan PSMS Medan, Persebaya Surabaya dan tim nasional Indonesia. Di pertandingan pertama, mereka berhasil mengalahkan PSMS di stadion teladan dengan skor 4-0.

Kemudian tur dilanjutkan ke Stadion Tambaksari untuk mencoba kekuatan Persebaya. Hasilnya, mereka berhasil mengalahkan Ijo yang hebat dengan skor telak 8-1. Tur pertama mereka berakhir dengan mengalahkan Indonesia enam gol tanpa balas di Jakarta.

Pada tahun 1987, periode dua kunjungan PSV ke Indonesia terjadi. Saat itu mereka menunjuk Persib Bandung sebagai saingan. Dengan komposisi para pemain utama terungkap, The Rood Witten tidak menemui kendala berarti ketika menghadapi Maung Bandung di Stadion Siliwangi, Kota Bandung. Hasilnya, PSV menang dengan skor 6-0.

Saat itu mereka juga berkesempatan untuk mencoba kekuatan tim nasional Indonesia. Itu luar biasa pada waktu itu untuk tim nasional, karena mereka berhasil menahan hasil imbang PSV 3-3. Gol Indonesia pada saat itu diciptakan Ricky Yacobi yang mencetak dua gol dan Jaya Hartono.

Pada 1996 PSV kembali ke Indonesia. Saat itu tim Dick Advocaat mengalahkan Persma 6-0 dan 6-2 melawan Persebaya Surabaya.

Ajax Amsterdam (1975 dan 2014)

Langkah PSV mengunjungi Indonesia kemudian diikuti oleh Ajax Amsterdam. Dalam hal prestise dan prestasi Ajax lebih baik daripada PSV, karena mereka terdaftar sebagai klub paling sukses di Belanda. Kedatangan klub yang dikenal sebagai akademi sepakbola yang bagus terjadi pada tahun 1975.

Saat itu mereka mengikuti satu turnamen segitiga di Indonesia. Ajax tidak datang sendiri, saat itu mereka tiba di Indonesia bersama Manchester United. Dalam turnamen tersebut Ajax mengungguli Manchester United 3-2, dan mengalahkan Indonesia 4-1 Indonesia pada 5 Juni 1975.

Seri tur Ajax terus menghadapi juara regional 1974, Wilayah PSSI I. Saat itu Ajax jatuh 2-4. Seri tur Ajax dilanjutkan dengan pertandingan melawan Persija Jakarta (1-1) dan Persebaya Surabaya (3-2).

Setelah lebih dari tiga dekade kemudian, Ajax kembali ke Indonesia pada tahun 2014. Mereka memiliki dua agenda percobaan. Pertama kali menghadapi Persija Jakarta di Stadion Bung Karno, yang berakhir 3-0 untuk keunggulan Ajax.

Kemudian hadapi Persib Bandung di Stadion Starling Harupat. Dalam pertandingan skuad Djadjang Nurdjaman mampu membuat para pemain Ajax frustrasi, hasilnya Persib berhasil menahan tamunya dari Belanda dengan skor 1-1.

Lanjutan di halaman berikutnya, kisah Manchester United datang ke Indonesia


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like